Tampilkan postingan dengan label Progressive Rock. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Progressive Rock. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Juni 2025

Kaset Yess 112 Wishbone Ash album Classic Ash

 


Wishbone Ash band rock asal Inggris yang sangat berpengaruh, terutama dikenal karena gaya permainan gitar kembar (twin lead guitars) mereka yang khas. Wishbone Ash dibentuk di Torquay, Inggris pada tahun 1969. Anggota pendiri awalnya adalah Andy Powell – gitar utama, vokal, Ted Turner – gitar utama, vokal, Martin Turner – bass, vokal dan Steve Upton – drum.
Nama “Wishbone Ash” sendiri dipilih setelah mereka bermain-main dengan berbagai nama yang tidak terlalu serius — tapi akhirnya nama ini terasa cocok dengan nuansa musik mereka yang unik. Wishbone Ash dikenal sebagai pelopor gaya twin lead guitars, di mana dua gitaris utama memainkan harmoni dan melodi bersama. Ini sangat berpengaruh dalam perkembangan hard rock, progressive rock, dan bahkan heavy metal (band seperti Iron Maiden menyebut mereka sebagai pengaruh besar).
Untuk mengenal mereka, sebagai langkah awal  album Classic Ash menjadi sebuah kompilasi penting dari Wishbone Ash yang dirilis pada tahun 1977. Album ini dirancang sebagai semacam “greatest hits” dari periode awal Wishbone Ash, terutama saat mereka masih berada di bawah kontrak MCA (sebelum pindah ke Atlantic Records di pertengahan 1970-an). Album ini dirilis tahun 1977 dengan Cakupan waktu Lagu-lagu dari tahun 1970–1974
Album ini menjadi pintu masuk yang sangat bagus untuk mengenal gaya dan kekuatan musikal Wishbone Ash, terutama sound gitar kembar mereka yang legendaris.

Label-catalog : YESS-112
Buatan : PT Diamond Records Indonesia 
Format: Cassette, Album 
Tahun rilis 1977
Psychedelic Rock



Senin, 02 Juni 2025

Kaset YESS 298 Genesis album Duke



Peter Gabriel keluar dari Genesis pada tahun 1975, setelah tur album The Lamb Lies Down on Broadway (1974). Alasannya campuran antara keinginan untuk lebih bebas secara kreatif, tekanan pribadi (anaknya sedang sakit), dan konflik dalam dinamika band.Gabriel adalah vokalis, penulis lirik utama, dan frontman karismatik Genesis. Banyak yang mengira kepergiannya akan mengakhiri band ini.
Setelah Gabriel keluar, Genesis mencoba mencari vokalis baru. Mereka mengadakan audisi lebih dari 400 orang, tapi tidak menemukan yang cocok. Akhirnya, Phil Collins, yang sebelumnya hanya drummer dan backing vocal, mencoba menyanyikan lagu-lagu demo — dan ternyata suaranya sangat cocok. 
Transisi dari Peter Gabriel ke Phil Collins sebagai vokalis utama Genesis adalah salah satu momen paling penting dalam sejarah band tersebut, dan terjadi secara bertahap selama pertengahan hingga akhir 1970-an. 
A Trick of the Tail (1976) adalah album pertama Genesis dengan Phil Collins sebagai vokalis utama. Album ini sangat sukses secara kritis dan komersial, membuktikan bahwa Genesis bisa bertahan tanpa Gabriel. Musiknya tetap prog-rock khas era sebelumnya, tapi mulai terasa lebih halus dan melodis. Kemudian disusul oleh album Wind & Wuthering (1976) yang semakin memperkuat posisi Collins sebagai vokalis tetap. 
Namun kestabilan Genesis betul betul harus diuji, setelah gitaris yang memberi nafas progressive Genesis, Steve Hackett cabut menyusul Peter Gabriel. Kepergian Hackett ternyata malah menjadikan kristalisasi Genesis terjadi, dan mereka merilis album …And Then There Were Three… (1978) yang memberikan penegasan bahwa mereka hanya tinggal bertiga dan tetap solid. 
Sepeninggal Hackett, trio  Collins, Banks, Rutherford membuat musik  yang mulai lebih pop-oriented. Dan album Duke (1980) menjadi jembatan keseimbangan antara prog dan pop Genesis.
Duke adalah album ke-10 dari Genesis dan menjadi tonggak penting dalam transisi band ini dari prog-rock kompleks era Gabriel menjadi lebih mainstream namun tetap musikal. Album ini jmemadukan dua sisi Genesis, Prog-rock epik, khas era 70-an, seperti terlihat di lagu Behind the Lines, Duchess, Guide Vocal, Turn It On Again, Duke's Travels, Duke's End serta Pop-rock yang lebih simpel dan langsung, terlihat dalam lagu-lagu seperti Misunderstanding dan Alone Tonight. Duke ini direkomendasikan untuk pendengar Genesis era lama maupun era baru.

Label catalog  YESS-298
Pita  maxell
Tahun  1980
Buatan  PT Diamond Records Indonesia
Format Cassette, Album
Progressive Rock



Kaset Yess 019 Yes album Tales From Topographic Oceans

 


Masuknya Steve Howe di album Close to the Edge (1972), memang membuat YESS menanjak tajam dari sisi kreativitas dan popularitas, dan menuntut mereka berkarya lebih dari sebelumnya, dan mereka menggarap album Tales from Topographic Oceans.  Tales from Topographic Oceans adalah salah satu album Yes paling ambisius, sekaligus paling kontroversial. Album ini keluar saat Yes berada di puncak kreativitas dan popularitas. Setelah sukses besar dengan Close to the Edge (1972), mereka mencoba mendorong batas prog rock sejauh mungkin. Rilisan aslinya dalam format PH merupakan double album dengan hanya berisikan 4 lagu, masing-masing mengisi satu sisi LP. Tales From Topographic Oceans terinspirasi oleh teks mistik Hindu dari kitab Autobiography of a Yogi dan dari sisi musikalitas mempunyai struktur lagu simfonik dan konseptual, penuh transisi, tema berulang, dan bagian-bagian ambient. Yang jelas untuk menikmati album ini tidak bisa didengar sambil lalu, butuh waktu dan kesabaran.
Pada album ini juga terdapat pergantian drummer dari Bill Bruford ke Alan White. Bruford mengundurkan diri dari YES karenad merasa sudah mencapai puncak ekspresinya di Close to the Edge dan dia mengaku bosan dengan proses rekaman Yes yang sangat bertele-tele dan perfeksionis ekstrem, terutama oleh Jon Anderson dan Chris Squire. 
Tak lama setelah keluar dari Yes, Bruford langsung bergabung dengan King Crimson, band yang lebih eksperimental dan improvisasional di bawah Robert Fripp. King Crimson memberi lebih banyak ruang untuk spontanitas dan eksperimen avant-garde, yang cocok dengan latar jazz Bruford.

Label catalog : YESS-019
Pita : maxell
Tahun : 1973
Buatan : PT Diamond Records Indonesia
Format: Cassette, Album
Progressive Rock


Kaset Yess 017 Yes album The Yes Album

 

Yes adalah band progressive rock yag sangat berpengaruh, dibentuk di London pada tahun 1968 oleh Jon Anderson (vokal) dan Chris Squire (bass)  dan kemudian disusul oleh Tony Kaye (keyboard), Peter Banks (gitar) dan Bill Bruford (drum). Mereka dikenal lewat kombinasi vokal khas, permainan instrumen yang kompleks. Yes sering melakukan rotasi anggota tetap menjaga identitas musikal. Diantara yang sering keluar masuk formasi adalah Steve Howe (gitar), Rick Wakeman (keyboard), Alan White (drum), Jon Anderson sendiri sebagai pendiri sempat keluar-masuk beberapa kali, termasuk saat era 1980-an ketika Trevor Rabin membawa Yes ke arah yang lebih pop dengan album seperti 90125 (“Owner of a Lonely Heart”).
Dalam perjalanannya pergantian formasi penting terjadi saat gitaris Peter Banks berganti ke Steve Howe. Kehadiran Howe membawa warna baru dengan teknik gitar yang lebih variatif, mulai dari akustik, elektrik, sampai pengaruh musik klasik dan country. Kehadiran Steve Howe langsung terasa saat YES merilis album The Yes Album pada tahun 1971. The Yes Album merupakan titik balik bagi Yes dan jadi fondasi untuk karya-karya besar Yes berikutnya seperti Fragile (1971) dan Close to the Edge (1972). Di sini mereka mulai benar-benar menemukan identitas progressive mereka.
Pengaruh Steve Howe dalam The Yes Album sangat besar dan menjadi salah satu kunci transformasi Yes dari band rock psikedelik/art rock biasa menjadi raksasa progressive rock sejati. Tanpa Steve Howe, Yes mungkin tidak akan se-evolusioner itu di era 1970-an. The Yes Album menandai awal dari suara “Yes klasik” yang sangat dicirikan oleh, Interplay rumit antara gitar, bass, dan keyboard, Struktur lagu yang panjang dan dinamis, Eksplorasi tekstur dan teknik gitar yang luas.Coba bandingkan album  Time and a Word (1970) dan langsung lanjut ke The Yes Album, perbedaan kualitas dan arah musikalnya sangat terasa, dan sebagian besar karena masuknya Steve Howe.
Simak lagu seperti Yours Is No Disgrace, Starship Trooper, I've Seen All Good People. Akan terasa menampilkan kompleksitas ritme, struktur megah, penuh perubahan tempo dan harmoni rumit, yang jadi ciri khas Yes era 1970 an.
Bagi penikmat musik progressive rock yang punya perpaduan antara teknikalitas tinggi, melodi yang menarik, dan aransemen panjang, The Yes Album wajib didengar. Bahkan bagi pendengar baru pun, album ini relatif lebih mudah diakses dibanding beberapa rilisan prog lainnya.

Label catalog : YESS-017
Pita : maxell
Tahun : 1971
Buatan : PT Diamond Records Indonesia
Format: Cassette, Album
Progressive Rock




Minggu, 01 Juni 2025

Kaset Yess 018 Yes album Close to the Edge




Yes adalah band progressive rock yag sangat berpengaruh, dibentuk di London pada tahun 1968 oleh Jon Anderson (vokal) dan Chris Squire (bass)
 dan kemudian disusul oleh Tony Kaye (keyboard), Peter Banks (gitar) dan Bill Bruford (drum). Mereka dikenal lewat kombinasi vokal khas, permainan instrumen yang kompleks. Yes dikenal dengan rotasi anggota yang sangat sering, namun tetap menjaga identitas musikal. Diantara yang sering keluar masuk formasi adalah Steve Howe (gitar), Rick Wakeman (keyboard), Alan White (drum), Jon Anderson sendiri sebagai pendiri sempat keluar-masuk beberapa kali, termasuk saat era 1980-an ketika Trevor Rabin membawa Yes ke arah yang lebih pop dengan album seperti 90125 (“Owner of a Lonely Heart”).
Pada awal 1972, Yes sudah mulai dikenal sebagai salah satu band progressive rock terdepan. Album sebelumnya, Fragile (1971), yang memuat hit “Roundabout”, telah membawa mereka ke panggung internasional dan memperkenalkan personel keyboardis virtuoso Rick Wakeman. Yes tengah berada dalam masa paling produktif dan eksperimental. Mereka ingin mendorong batas-batas musik rock lebih jauh lagi, menciptakan sesuatu yang bukan sekadar lagu—melainkan karya musik berskala simfoni. 
Pada tahun 1972 YES merilis album ke 5, Close to the Edge, dirilis pada puncak era progresif awal 70-an. Hanya terdiri dari tiga lagu, album ini adalah puncak dari eksplorasi musik kompleks, simfoni rock, dan spiritualitas eksistensial yang menjadi ciri khas Yes.  Close to the Edg mencerminkan keinginan Yes untuk menciptakan sesuatu yang abadi, bukan sekadar populer. Ia adalah hasil dari lima musisi di puncak kreativitas mereka—berani mengambil risiko, bahkan sampai meretakkan susunan internal band. Jon Anderson, Steve Howe, Chris Squire, Rick Wakeman dan Bill Bruford membuat Close to the Edge bukan hanya sebuah album, ia adalah pengalaman musikal. Yes membawa pendengar ke dimensi spiritual dan sonik yang belum pernah dijelajahi oleh band-band rock sebelumnya. Dengan struktur lagu yang panjang dan kompleks, album ini bukan untuk pendengar kasual, namun sangat memuaskan bagi penikmat musik progresif sejati.
Drummer Bill Bruford meninggalkan band setelah rekaman ini, menjadikannya semacam “perpisahan emas” dari formasi klasik mereka.

Label catalog : YESS-018
Pita : maxell
Tahun : 1972
Buatan : PT Diamond Records Indonesia
Format: Cassette, Album
Progressive Rock



Kamis, 29 Mei 2025

kaset Yess 495 The Alan Parsons Project Album Ammonia Avenue



Ammonia Avenue adalah album studio ketujuh dari The Alan Parsons Project, kolaborasi visioner antara Alan Parsons (produser/sound engineer legendaris yang bekerja dengan Pink Floyd, The Beatles) dan Eric Woolfson (komposer dan vokalis). Album ini dirilis di masa transisi musik dari era rock progresif 70-an ke arah synthpop dan adult contemporary 80-an. 
Tema album banyak berfokus pada komunikasi, alienasi, dan ketergantungan manusia terhadap teknologi dan industri. Judulnya sendiri merujuk pada jalan industri di Teesside, Inggris, yang penuh dengan pabrik amonia—simbol dari dunia modern dan impersonal.
Album ini terasa lebih radio friendly, layaknya album band band progressive rock di tahun 80 an yang mabuk digempur new wave.

Label catalog : YESS-495
Pita : maxell
Tahun : 1984
Buatan : PT Diamond Records Indonesia
Format: Cassette, Album



Kaset Yess 374 Kayak album Eyewitness Live



 YESS menurut sebuah tulisan banyak menerima supply Piringan Hitam dari Belanda, sehingga dalam rilisan kasetnya mereka banyak merilis band band dari Belanda, dan salah satunya adalah Kayak, sebuah band Progressive Rock / Symphonic Rock berasal dari daerah Hilversum. Dimotori oleh keyboardis Ton Scherpenzeel, Kayak dikenal di Indonesia lewat lagu "Ruthless Queen" dari album Phantom of the Night (1978).
Pada tahun 1981 kayak merilis album Eyewitness (yang pada rilisan YESS diberi embel embel Recorded Live). Album ini merupakan proyek unik yang menggabungkan konsep rekaman langsung dengan pendekatan studio. Meskipun disebut sebagai album "live", rekaman ini dilakukan di studio Wisseloord, Hilversum, tanpa kehadiran penonton. Untuk menciptakan suasana konser, suara tepuk tangan dan sorakan dari penggemar ditambahkan setelah proses rekaman selesai. 
Eyewitness menjadi penutup fase pertama perjalanan Kayak sebelum mereka vakum selama hampir dua dekade. Setelah perilisan album ini, Kayak bubar dan baru kembali dengan album Close to the Fire pada tahun 2000 .

Label-catalog : YESS-374
pita : maxell
Buatan : PT Diamond Records Indonesia 
Format: Cassette, Album 
Tahun rilis 1981
Progressive rock






Kaset Yess 605 The Alan Parsons Project album Stereotomy



The Alan Parsons Project adalah kelompok musik progresif rock dan pop rock yang dibentuk pada tahun 1975 oleh dua tokoh utama, yaitu Alan Parsons, seorang sound enginer dan produser asal Inggris yang sebelumnya dikenal karena keterlibatannya dalam proyek-proyek besar diantaranya album legendaris "The Dark Side of the Moon" Pink Floyd dan Eric Woolfson seorang penulis lagu, komposer, dan vokalis yang juga memiliki latar belakang dalam dunia manajemen musik. The Alan Parsons Project dikenal dengan gaya musik yang unik, memadukan elemen-elemen rock progresif, musik elektronik, dan orkestrasi megah. Mereka sering mengangkat tema-tema konseptual dalam album-albumnya, seperti psikologi manusia, sains, dan misteri sejarah.

salah satu album mereka adalah Stereotomy yang merupakan  album ke-9 ddan dirilis pada 1985. Album ini menandai pergeseran gaya yang cukup signifikan dibandingkan karya-karya mereka sebelumnya, terutama dalam hal produksi, teknologi, dan pendekatan musikal. Kata “Stereotomy” sendiri berasal dari karya Edgar Allan Poe dan mengacu pada pemotongan benda padat ke bentuk tertentu. Dalam konteks album ini, ia menjadi metafora untuk bagaimana masyarakat dan industri hiburan "membentuk" individu, terutama para selebritas, sesuai ekspektasi publik. Album ini menampilkan sound yang lebih keras, digital, dan modern dibandingkan album-album sebelumnya yang Dipengaruhi oleh perkembangan teknologi saat itu, termasuk penggunaan synthesizer digital dan efek digital. Alan Parsons, yang memang jenius dalam produksi, memberikan album ini kesan futuristik dan dingin namun sangat presisi.

Label-catalog : YESS-605
pita : maxell
Buatan : PT Diamond Records Indonesia 
Format: Cassette, Album 
Tahun rilis 1985
Progressive rock



Selasa, 27 Mei 2025

Kaset Yess 505 Camel album Stationery Traveller


 

Camel adalah salah satu band progressive rock asal Inggris yang muncul pada awal tahun 1970-an dan menjadi bagian dari gelombang awal musik prog bersama dengan band-band seperti Pink Floyd, Yes, dan Genesis. Camek dibentuk oleh Andrew Latimer, Andy Ward (drum), Doug Ferguson (bass), dan Peter Bardens (keyboard). Mereka merilis album debut "Camel" pada tahun 1973), disusul "Mirage" (1974) yang menampilkan lagu-lagu panjang dengan struktur kompleks dan pengaruh jazz.
Camel ini cukup produktif, dan pada tahun 1984 mereka merilis Album ke 10 nya, "Stationary Traveller" . Album ini menandai fase penting dalam perjalanan musik Camel, karena menjadi salah satu karya mereka yang paling atmosferik dan tematik, dengan sentuhan musik elektronik khas era 80-an namun tetap mempertahankan jiwa progresif mereka.
Dengan formasi Andrew Latimer (gitar, vokal, flute, keyboard), Ton Scherpenzeel (dari band Kayak pada keyboard), Paul Burgess (drum, perkusi), "Stationary Traveller" merupakan album konsep yang berfokus pada perpecahan Jerman Timur dan Barat selama era Perang Dingin, dengan Berlin sebagai latar sentral. Album ini menangkap perasaan alienasi, represi, dan harapan, yang sangat terasa dalam suasana musiknya. Album ini menjadi contoh luar biasa bagaimana band progressive rock  bisa beradaptasi dengan zaman (saat digempur new wave di era 80'an) tanpa kehilangan identitas artistik.

Label-catalog : YESS-505
Buatan : PT Diamond Records Indonesia 
Format: Cassette, Album 
Tahun rilis 1984
Progressive rock



Senin, 26 Mei 2025

Kaset YESS 598 Jon Anderson album 3 Ships



Jon Anderson adalah seorang musisi, penyanyi, dan penulis lagu asal Inggris yang paling dikenal sebagai vokalis utama dan salah satu pendiri band progresif legendaris Yes.Lahir pada 25 Oktober 1944 dengan nama lengkap John Roy Anderson, dikenal karena suara tenornya yang khas dan tinggi, dengan warna suara yang ethereal, jernih, dan spiritual. Gaya vokalnya sangat berpengaruh dalam membentuk sound Yes, terutama pada era keemasan mereka di tahun 1970-an. Meskipun ia sempat keluar-masuk Yes beberapa kali, tetapi tetap dianggap sebagai jiwa spiritual dan sonik dari Yes.

Dia mempunyai beberapa album solo, serta kolaborasi dengan musisi lain. Salah satu album solo nya adalah Album "3 Ships" yang dirilis pada 1985, ini adalah album solo keempat Anderson, dan menjadi satu-satunya album rohani dalam katalog solonya. "3 Ships" adalah proyek yang sangat khas Jon Anderson—penuh semangat spiritual, melodi indah, dan produksi yang cenderung eksperimental namun tetap ringan dan ramah. 

Label-catalog : YESS-598
Pita : maxell
Tahun : 1985
Buatan : Diamond Records Indonesia
Symphonic Rock



Minggu, 25 Mei 2025

ess 451 marillion album Script For A Jesters Tears



Akhir 70 an band band progressive rock mengalami kelimbungan, saat dunia dilanda punk dan new wave, beberapa band progressive rock merubah arah musik ke yang lebih radio friendly, namun ada beberapa band yang tetap kekeuh mengusung warna progressive rock. Gelombang yang di pelopori oleh IQ, Marillion, Pendragon dan Pallas ini sering disebut neo-progressive rock

Salah satu pembaharu tersebut, Marillion terkenal karena evolusi musikal mereka dan pengaruh besar dalam genre neo-prog. Mereka dibentuk pada akhir 1970-an dan tetap aktif hingga sekarang, dengan basis penggemar yang sangat setia. Nama Marillion diambil dari Silmarillion (karya J.R.R. Tolkien yang di Indonesia terkenal dengan Lord of the Ring), lalu disingkat menjadi Marillion.

Marillion saat itu ibarat sebuah oase yang menyejukkan bagi penggemar musik progressive rock, yang seperti dikhianti oleh Genesis hingga YES yang memilih mengaburkan kadar keprogressive an mereka.Saat Genesis merilis album self tittle yang memunculkan lagu renyah dan YES mengikuti dengan album 90125, Marillion muncul dengan album perdananya Script for a Jester's Tear. Album ini  sering dianggap sebagai fondasi dari gerakan neo-progressive rock di era 1980-an. Album ini memperkenalkan suara khas Marillion: emosional, teatrikal, dan penuh elemen musik progresif klasik ala Genesis, namun dengan nuansa baru yang lebih gelap dan kontemporer. Album yang digawangi Fish – vokal, Steve Rothery – gitar, Mark Kelly – keyboard, Pete Trewavas – bass dan Mick Pointer – drumi secara langsung menunjukkan bahwa Marillion bukan hanya band pengagum Genesis, tetapi juga membawa sesuatu yang baru ke dunia prog rock yang saat itu dianggap sudah "mati". Lirik-lirik puitis dan intens dari Fish dikombinasikan dengan aransemen dramatis menciptakan nuansa melankolis, introspektif, dan teatrikal.
Bagi penggemar Genesis era Gabriel, atau siapapun yang suka musik dengan struktur kompleks dan lirik mendalam, ini adalah album wajib dengar.

Label catalog : YESS-451
Pita : maxell
Tahun : 1983
Buatan : PT Diamond Records Indonesia
Format: Cassette, Album


Yess 526 Chris Evans album Empty SpaceS




Chris Evans adalah nama panggung dari Christopher Evans-Ironside, seorang musisi, komposer, dan produser musik kelahiran Inggris yang berkarya di Jerman. Ia lahir pada 10 Mei 1940 di Melksham, Wiltshire, Inggris, dan meninggal pada 3 Juni 2022 di Hamburg, Jerman. 
Pada tahun 1984, Chris Evans merilis Album Empty Spaces yang  menampilkan perpaduan antara art rock dan synth-pop, dengan penggunaan synthesizer dan aransemen elektronik yang atmosferik. Beberapa lagu seperti "Prometheus" dan "The Unknown Soldier" menunjukkan pengaruh musik progresif dan eksperimental. Tema-tema dalam album ini mencakup refleksi sosial dan eksistensial, yang disampaikan melalui lirik dan komposisi musik yang mendalam.
Dalam album ini, Chris Evans yang memainkan Keyboard (PPG dan EMS) dibantu oleh Tissy Thiers (Bass), Dicky Tarrach (Drum), Jürgen Schröder dan Nils Tuxen: Gitar elektrik dan akustik. Reinhard Besser (Gitar solo) dan Ludwig Rehberg (Synthesizer EMS dan vocoder)

Label catalog : YESS-399
Pita : maxell
Tahun : 1982
Buatan : PT Diamond Records Indonesia
Format: Cassette, Album





Yess 399 Genesis Live and Studios


YESS tahun 1982 mengeluarkan kaset nomor seri 399, berjudul Genesis Live Studios. Di discografi Genesis rasanya tidak ada rilisan ini, namun era pralisensi memberikan ruang ekspresi sebebas bebasnya bagi label rekaman saat itu. Materi album ini sebenarnya utamanya berasal dari album Three Sides Live.
Three Sides Live adalah album live ketiga dari Genesis, dirilis pada 4 Juni 1982. Album ini menampilkan rekaman dari tur mereka antara tahun 1980 hingga 1981, dengan fokus pada materi dari era Duke dan Abacab. Tiga sisi pertama dari PH album ini berisi penampilan live, sementara sisi keempat  berisi lima lagu studio, termasuk Paperlate, You Might Recall, Me And Virgil, Evidence Of Autumn dan Open Door, dan YESS menempatkan ini pada side A.
Sementara pada sisi side B, YESS mengisinya dengan lagu Turn It On Again, Dodo, Abacab serta 1 lagu dari album Live 1973 berjudul Watcher Of The Skies

Label catalog : YESS-399
Pita : maxell
Tahun : 1982
Buatan : PT Diamond Records Indonesia
Format: Cassette, Album





Sabtu, 24 Mei 2025

Kaset YESS 514 Pallas Album The Sentinel

 



Akhir 70 an band band progressive rock mengalami kelimbungan, saat dunia dilanda punk dan new wave, beberapa band progressive rock merubah arah musik ke yang lebih radio friendly, namun ada beberapa band yang tetap kekeuh mengusung warna progressive rock. Gelombang yang di pelopori oleh IQ, Marillion, Pendragon dan Pallas ini sering disebut neo-progressive rock

Pallas adalah band progressive rock asal Aberdeen, Skotlandia, yang mulai aktif sejak akhir 1970-an. Pallas dikenal karena musiknya yang menggabungkan elemen symphonic rock, sci-fi, dan konsep naratif yang kuat, serta pertunjukan panggung yang teatrika, dan The Sentinel adalah album debut dari  Pallas, yang dirilis pada 13 Februari 1984 melalui label Harvest Records. Album ini merupakan karya ambisius yang menggabungkan elemen rock progresif klasik dengan sentuhan modern, menandai kontribusi signifikan dalam kebangkitan genre neo-prog pada awal 1980-an.

The Sentinel adalah album konsep yang mengangkat tema Perang Dingin melalui kisah fiksi ilmiah tentang Atlantis. Dalam narasi ini, Atlantis digambarkan sebagai peradaban maju secara teknologi yang menghadapi kehancuran akibat konflik internal dan eksternal, mencerminkan ketegangan geopolitik pada era tersebut. Kisah ini awalnya dikembangkan sebagai Atlantis Suite, sebuah opera rock yang menjadi bagian penting dalam pertunjukan live Pallas pada masa itu.

Sampul album The Sentinel dirancang oleh Patrick Woodroffe, seorang seniman terkenal yang dikenal dengan karya-karya seni fantasi dan ilustrasi album untuk berbagai musisi. Desain sampul ini mencerminkan tema futuristik dan mitologis dari album, menambah kedalaman visual terhadap konsep musik yang disajikan.



Label catalog : YESS-514
Pita : maxell
Tahun : 1984
Buatan : PT Diamond Records Indonesia
Format: Cassette, Album




Sabtu, 17 Mei 2025

Kaset YESS 240 YES album Tormato



Di akhir 1970-an, musik progressive rock mulai kehilangan popularitas. Gelombang punk dan new wave sedang naik daun. di internal YES terdapat ketegang yang disebabkan ego serta perbedaan visi artistik masing masing anggotanya. Akibatnya, saat memproduksi Tormato, masing-masing anggota membawa ide yang berbeda tentang arah musik band, apakah tetap kompleks dan progresif, atau lebih pendek dan pop. Ini menimbulkan perdebatan dalam proses kreatif, dan Yes mencoba menyesuaikan diri dengan zaman tanpa kehilangan jati diri mereka. 
Album Tormato adalah album studio YES yang kesembilan yang dirilis pada tahun 1978. Album Tormato adalah bukti eksperimen itu, mencoba membuat lagu-lagu yang lebih pendek dan radio-friendly, namun tetap mempertahankan unsur teknis prog. Tormato sering dianggap sebagai karya yang kontroversial dalam diskografi mereka, sebuah titik peralihan antara kejayaan prog klasik mereka dan arah baru yang lebih pop dan eksperimental di era 1980-an. Secara musikal, Tormato yang mencoba memadukan kompleksitas progresif khas Yes dengan lagu-lagu yang lebih pendek dan mudah diakses. Ini merupakan langkah berbeda dari karya-karya sebelumnya yang sarat dengan lagu-lagu panjang dan epik seperti Close to the Edge atau Tales from Topographic Oceans. Hasilnya, album Tormato terasa setengah hati, dan ini membuat frustrasi sebagian anggota. 
Setelah Tormato rilis, ketegangan internal YES mencapai puncaknya, sehingga Jon Anderson dan Rick Wakeman akhirnya keluar dari band pada tahun 1980.

Label-catalog : YESS-240
Buatan : PT Diamond Records Indonesia 
Format: Cassette, Album 
Tahun rilis 1983

Kaset Yess 462 Asia album Alpha

 


Asia adalah sebuah supergrup rock progresif yang dibentuk pada tahun 1981, terdiri dari musisi-musisi yang sudah terkenal dari band-band besar lainnya. Formasi awal (line-up klasik) mereka adalah: John Wetton (bass dan vokal utama, eks-King Crimson dan UK), Steve Howe (gitaris, dari Yes), Geoff Downes (keyboardis, dari The Buggles dan Yes), dan Carl Palmer (drummer, dari Emerson, Lake & Palmer).  Asia memainkan musik rock progresif yang lebih radio-friendly, dengan elemen pop dan arena rock yang kuat. Mereka menyederhanakan struktur musik kompleks khas prog menjadi lagu-lagu dengan chorus yang catchy dan produksi yang rapi. Album debut mereka Asia (1982) mencapai sukses.

Pada tahun 1983 Asia merilis album Alpha, yang merupakan album studio kedua mereka, masih dengan formasi awal mereka. Alpha tetap mempertahankan fondasi rock progresif ringan dan arena rock, tetapi lebih condong ke arah pop rock. Produksi terdengar lebih halus dan "polished", dengan fokus kuat pada melodi, synthesizer, dan struktur lagu yang sederhana. Ini membuatnya lebih mudah diakses, namun bagi penggemar prog sejati, terasa kurang tantangan musikal dibanding debut mereka.

Label catalog : YESS-462
Pita : maxell
Tahun : 1983
Buatan : PT Diamond Records Indonesia
Format: Cassette, Album

Jumat, 16 Mei 2025

Kaset YESS 450 Rick Wakeman album G’ Ole




Rick Wakeman adalah seorang musisi, komposer, dan produser asal Inggris yang dikenal luas sebagai kibordis utama dari band rock progresif legendaris Yes, serta karena karya solonya yang sangat produktif dan orkestra.
Tahun 1983, Rick Wakeman yang saat itu sudah tidak bersama YES, merilis album G'olé! yang juga sebagai soundtrack resmi untuk film dokumenter Piala Dunia FIFA 1982. Album ini menampilkan 12 lagu instrumental berdurasi pendek, sebagian besar di bawah tiga menit, yang dirancang untuk menggambarkan semangat dan dinamika turnamen sepak bola tersebut.
Dalam G'olé!, Wakeman menggabungkan elemen musik rock progresif dengan nuansa sinematik. Beberapa lagu, seperti "Spanish Montage" dan "Black Pearls", menampilkan sentuhan flamenco yang mencerminkan lokasi turnamen di Spanyol. Namun, sebagian besar komposisi didominasi oleh penggunaan keyboard dan synthesizer khas Wakeman, menciptakan suasana yang beragam mulai dari semangat kompetitif hingga refleksi emosional.
Label-catalog : YESS-450 
Tahun rilis: 
Buatan : PT Diamond Records Indonesia 
Format: Cassette, Album 
Progressive Rock  

Kaset YESS 455 Peter Gabriel album Peter Gabriel Plays Live




"I felt I had to break free to find my own voice", itulah kira kira pengantar Peter Gabriel resmi keluar dari Genesis pada tahun 1975, tepat setelah tur album konsep ambisius The Lamb Lies Down on Broadway (1974). Apakah Genesis menjadi lemah setelah Peter gabriel keluar, waktu telah membuktikannya.
Peter Gabriel mengumumkan kepergiannya secara resmi pada Agustus 1975, meskipun keputusan itu sudah dibuat sebelumnya. Keputusan Gabriel keluar tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan gabungan alasan pribadi dan profesional. Baik Genesis maupun Peter Gabriel ri tidak tenggelam pasca perpisahan itu, Gabriel melanjutkan solo karir baik rekaman maupun konser. 
Plays Live adalah album live pertama dari Peter Gabriel, dirilis ptahun 1983, yang merekam penampilan Gabriel selama tur di Amerika Serikat pada akhir 1982, khususnya dari empat konser di Midwest. Dirilis sebagai album ganda dengan total durasi sekitar 90 menit, Plays Live menampilkan 16 lagu yang mencakup materi dari empat album studio pertamanya, termasuk versi live dari lagu-lagu seperti “The Rhythm of the Heat”, “I Have the Touch”, “Family Snapshot”, dan “Biko”. 
Band pendukung Gabriel dalam tur ini adalah 
Jerry Marotta – drum, perkusi, vokal latar
Tony Levin – bass, Chapman Stick, vokal latar
David Rhodes – gitar, vokal latar
Larry Fast – synthesizer, piano, keyboard
Bagi penggemar Gabriel dan musik rock progresif, album ini merupakan dokumentasi penting dari fase awal karier solonya.

Label-catalog : YESS-455
Pita : maxell
Tahun : 1983
Buatan : Diamond Records Indonesia
Progressive Rock

Kaset YESS 478 YES album 90125



Saat New Wave mewabah di era 80 an, pengusung musik progressive rock seperti berada dalam persimpangan, salah satunya adalah YES yang merilis album 90125 pada tahun  1983. Album ini  menandai transformasi signifikan dalam karier band ini. Setelah periode ketidakpastian an perubahan personel, Yes kembali dengan formasi baru yang mencakup Jon Anderson (vokal), Chris Squire (bass), Alan White (drum), Tony Kaye (keyboard), dan Trevor Rabin (gitar). Diproduksi oleh Trevor Horn, album ini memperkenalkan pendekatan musik yang lebih modern dan radio-friendly, berbeda dari gaya progresif kompleks yang sebelumnya menjadi ciri khas Yes.

90125 menampilkan perpaduan antara rock progresif dan elemen pop serta new wave yang kuat. Trevor Horn, yang sebelumnya dikenal melalui karyanya dengan The Buggles dan produksi untuk ABC, membawa pendekatan produksi yang canggih dan inovatif. Penggunaan synth modern, sampling, dan teknik produksi mutakhir memberikan nuansa segar pada album ini. Trevor Rabin, sebagai anggota baru, memberikan kontribusi signifikan dengan gaya gitar yang lebih keras dan pendekatan penulisan lagu yang lebih langsung. Hasilnya "Owner of a Lonely Heart": Single utama yang menjadi hit nomor satu di Billboard Hot 100, menampilkan riff gitar ikonik, beat yang danceable, dan produksi yang inovatif.

90125 menjadikan album Yes dengan penjualan terbaik, dengan lebih dari tiga juta kopi terjual. Album ini dianggap sebagai reinvensi sukses, memperkenalkan  es kepada generasi pendengar baru dan memperluas basis penggemar mereka. Meskipun beberapa penggemar lama mengkritik perubahan gaya ini, banyak yang mengapresiasi keberanian dan inovasi yang ditampilkan .

label-catalog : YESS-478 
Pita : maxell
Tahun : 1983
Buatan : Diamond Records Indonesia
Progressive Pop Rock

Kaset YESS 454 Cozy Powell album Octopuss

Cozy Powell adalah seorang drummer legendaris asal Inggris, yang dikenal karena gaya bermainnya yang kuat, energik, dan sangat berpengaruh d...