Sabtu, 31 Mei 2025

Kaset Yess 196 Shankar Family and Friends


 

Salah satu musisi Asia yang mempunyai pengaruh besar di musik barat adalah  Ravi Shankar, seorang musisi dan komposer legendaris asal India yang dikenal luas sebagai maestro sitar dan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam memperkenalkan musik klasik India ke dunia Barat. Ravi Shankar adalah tokoh sentral dalam mengenalkan musik klasik India ke dunia internasional, khususnya dunia Barat. Ia mulai tur internasional sejak 1950-an dan menarik perhatian musisi dunia karena keindahan dan kompleksitas musik India. Salah satu kolaborasinya yang paling terkenal adalah dengan anggota The Beatles George Harrison  yang kemudian menjadi muridnya. George mengenalkan Ravi ke kalangan musik pop dan rock, dan menjadikan musik India populer di Barat pada akhir 1960-an.
Pada tahun 1974 George Harison memproduseri suatu project bernama "Shankar Family & Friends", adalah proyek kolaboratif lintas budaya, di mana Ravi Shankar membawa elemen musik klasik India dan menggabungkannya dengan musisi Barat—terutama melalui bantuan sahabat dan muridnya, George Harrison dari The Beatles. Tujuan album ini bukan hanya musikal, tapi juga spiritual dan simbolik: menunjukkan bagaimana musik bisa menjadi jembatan antara budaya Timur dan Barat. Selain George Harison, album ini juga didukung oleh aksofonis jazz asal Amerika Serikat Tom Scott.

Label catalog : YESS-196
Pita : maxell
Tahun : 1974
Buatan : PT Diamond Records Indonesia
Format: Cassette, Album
World Music






Kaset Yess 409 Jon Lord album Before I Forget



Saat menikmati Deep Purple, orang tentu akan terkesima dengan sound gitar dan keyboard yang bersahutan antara  gitaris Ritchie Blackmore dengan organ Hammond C3 Jon Lord. Jon Lord mampu menjadikan organ Hammond C3 sebagai elemen utama dalam musik Deep Purple, bukan sekadar pengiring, tapi sebagai instrumen utama, setara dengan gitar., menghasilkan permainan dinamis dan menegangkan di lagu-lagu seperti “Highway Star”, “Lazy”, “Space Truckin’”.
Jon Lord memiliki latar belakang musik klasik, dan ia membawa elemen tersebut ke dalam rock, sesuatu yang inovatif di akhir 1960-an dan awal 1970-an, sesuatu yang sangat jarang pada masanya. Jon Lord memang dikenal sebagai musisi yang sangat berpendidikan secara musikal dan sangat dihormati oleh rekan-rekannya.
Setelah bubarnya Deep Purple tahun 1976, Jon Lord bergabung dengan Whitesnake yang dibentuk oleh David Coverdale selain menggarap project solo album. Salah satu album solonya adalah Before I Forget yang dirilis pada tahun 1982. Album ini mencerminkan kepribadian musik Jon Lord yang luas, yang memadukan musik Rock dengan sentuhan Progressive, jazz dan terutama pengaruh musik klasik.
Before I Forget, menggambarkan niat Lord untuk merekam ide-ide musik yang sudah lama ia simpan, sebelum ia "melupakannya". Didukung oleh  sejumlah kolaborator hebat, seperti Elmer Gantry (vokal), Sam Brown dan Vicki Brown (vokal latar), Simon Phillips (drum), Boz Burrell (bass), Bernie Marsden & Mick Ralphs (gitar), album ini bukan sekadar proyek rock biasa, tapi lebih seperti potret pribadi Jon Lord sebagai komposer sejati. Ia menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya keyboardist rock, tapi juga seorang musisi klasik, pencipta melodi, dan pemikir musik yang dalam.

Label catalog : YESS-409
Pita : maxell
Tahun : 1982
Buatan : PT Diamond Records Indonesia
Format: Cassette, Album
Rock





Jumat, 30 Mei 2025

Kaset YESS 285 Jaco Pastorius The Best Members Of Basses in 1979



Jaco Pastorius adalah seorang bassis jazz legendaris asal Amerika Serikat, yang dikenal luas sebagai pelopor dan inovator dalam permainan bass elektrik. Ia lahir pada 1 Desember 1951 dan meninggal pada 21 September 1987.
Jaco Pastorius sering mMenggunakan bass fretless (tanpa fret), yang menghasilkan suara lembut dan mengalir menjadikan bass sebagai instrumen melodi utama, bukan hanya pengiring ritmis.
Jaco Pastorius bergabung dengan grup Weather Report pada tahun 1976, dan menjadi pusat perhatian dalam album seperti "Heavy Weather" (yang berisi lagu ikonik “Birdland”).
Pada tahun 1979, dibantu nama besar seperti  Hubert Laws, Herbie Hancock, Lenny White,  Wayne Shorter. dia Merilis album solo berjudul "Jaco Pastorius", yang menjadi tonggak sejarah musik jazz fusion.
Label-catalog : YESS-285
Pita : maxell
Tahun : 1979
Buatan : Diamond Records Indonesia
Jazz fusion



Kamis, 29 Mei 2025

Kaset Ozzy Osbourne album The Ultimate Sin (Billboard 1986)

 

Ozzy Osbourne adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan tokoh televisi asal Inggris yang dikenal luas sebagai ikon heavy metal dunia. Julukannya yang terkenal adalah "The Prince of Darkness". Ozzy adalah vokalis utama band Black Sabbath, yang dianggap sebagai pelopor genre heavy metal. Bersama Tony Iommi (gitar), Geezer Butler (bass), dan Bill Ward (drum), mereka menciptakan sound gelap, berat, dan penuh distorsi yang menjadi cetak biru untuk band metal generasi berikutnya.
Pada 1979 karena masalah kecanduan dan konflik internal, Ozzy cabut dari Black Sabbath dan dibantu oleh istri dan sekaligus manajernya Sharon, Ozzy memulai karier solo yang sangat sukses. Ia merilis sejumlah album penting dan bekerja dengan gitaris hebat seperti Randy Rhoads, Jake E. Lee, dan Zakk Wylde.
Salah satu album solonya adalah The Ultimate Sin, sebuah karya yang menandai era glam metal dan perubahan besar dalam karier sang Prince of Darkness.Album ini merupakan album studio keempat Ozzy Osbourne sebagai solo artis setelah hengkang dari Black Sabbath. Album ini adalah satu-satunya yang menampilkan bassis Phil Soussan dan album studio terakhir dengan gitaris Jake E. Lee sebelum digantikan oleh Zakk Wylde.
Album yang lahir di puncak era glam metal, dan banyak menampilkan unsur estetika dan produksi khas tahun 80-an: riff tajam, chorus bombastis, dan produksi mengilap. Meskipun sering dianggap sebagai “anak tiri” dalam katalog Ozzy karena jarang dibahas (dan bahkan sempat “tidak tersedia” secara resmi selama bertahun-tahun), The Ultimate Sin sebenarnya adalah karya penting dan berpengaruh dari fase transisi Ozzy.
The Ultimate Sin adalah album yang kontroversial di kalangan fans Ozzy: terlalu “glam” bagi metalhead tradisional, tapi terlalu gelap bagi penggemar pop rock. Namun, dari segi teknis dan komposisi, ini adalah album yang solid, dan bahkan penting dalam karier Ozzy karena menunjukkan bagaimana ia beradaptasi dengan era MTV dan glam metal tanpa kehilangan identitas sepenuhnya.


Label catalog : Billboard BB 10.043
Pita : BASF
Tahun : 1986
Format: Cassette, Album
Glam Metal




kaset Yess 495 The Alan Parsons Project Album Ammonia Avenue



Ammonia Avenue adalah album studio ketujuh dari The Alan Parsons Project, kolaborasi visioner antara Alan Parsons (produser/sound engineer legendaris yang bekerja dengan Pink Floyd, The Beatles) dan Eric Woolfson (komposer dan vokalis). Album ini dirilis di masa transisi musik dari era rock progresif 70-an ke arah synthpop dan adult contemporary 80-an. 
Tema album banyak berfokus pada komunikasi, alienasi, dan ketergantungan manusia terhadap teknologi dan industri. Judulnya sendiri merujuk pada jalan industri di Teesside, Inggris, yang penuh dengan pabrik amonia—simbol dari dunia modern dan impersonal.
Album ini terasa lebih radio friendly, layaknya album band band progressive rock di tahun 80 an yang mabuk digempur new wave.

Label catalog : YESS-495
Pita : maxell
Tahun : 1984
Buatan : PT Diamond Records Indonesia
Format: Cassette, Album



Kaset Yess 374 Kayak album Eyewitness Live



 YESS menurut sebuah tulisan banyak menerima supply Piringan Hitam dari Belanda, sehingga dalam rilisan kasetnya mereka banyak merilis band band dari Belanda, dan salah satunya adalah Kayak, sebuah band Progressive Rock / Symphonic Rock berasal dari daerah Hilversum. Dimotori oleh keyboardis Ton Scherpenzeel, Kayak dikenal di Indonesia lewat lagu "Ruthless Queen" dari album Phantom of the Night (1978).
Pada tahun 1981 kayak merilis album Eyewitness (yang pada rilisan YESS diberi embel embel Recorded Live). Album ini merupakan proyek unik yang menggabungkan konsep rekaman langsung dengan pendekatan studio. Meskipun disebut sebagai album "live", rekaman ini dilakukan di studio Wisseloord, Hilversum, tanpa kehadiran penonton. Untuk menciptakan suasana konser, suara tepuk tangan dan sorakan dari penggemar ditambahkan setelah proses rekaman selesai. 
Eyewitness menjadi penutup fase pertama perjalanan Kayak sebelum mereka vakum selama hampir dua dekade. Setelah perilisan album ini, Kayak bubar dan baru kembali dengan album Close to the Fire pada tahun 2000 .

Label-catalog : YESS-374
pita : maxell
Buatan : PT Diamond Records Indonesia 
Format: Cassette, Album 
Tahun rilis 1981
Progressive rock






Kaset Yess 605 The Alan Parsons Project album Stereotomy



The Alan Parsons Project adalah kelompok musik progresif rock dan pop rock yang dibentuk pada tahun 1975 oleh dua tokoh utama, yaitu Alan Parsons, seorang sound enginer dan produser asal Inggris yang sebelumnya dikenal karena keterlibatannya dalam proyek-proyek besar diantaranya album legendaris "The Dark Side of the Moon" Pink Floyd dan Eric Woolfson seorang penulis lagu, komposer, dan vokalis yang juga memiliki latar belakang dalam dunia manajemen musik. The Alan Parsons Project dikenal dengan gaya musik yang unik, memadukan elemen-elemen rock progresif, musik elektronik, dan orkestrasi megah. Mereka sering mengangkat tema-tema konseptual dalam album-albumnya, seperti psikologi manusia, sains, dan misteri sejarah.

salah satu album mereka adalah Stereotomy yang merupakan  album ke-9 ddan dirilis pada 1985. Album ini menandai pergeseran gaya yang cukup signifikan dibandingkan karya-karya mereka sebelumnya, terutama dalam hal produksi, teknologi, dan pendekatan musikal. Kata “Stereotomy” sendiri berasal dari karya Edgar Allan Poe dan mengacu pada pemotongan benda padat ke bentuk tertentu. Dalam konteks album ini, ia menjadi metafora untuk bagaimana masyarakat dan industri hiburan "membentuk" individu, terutama para selebritas, sesuai ekspektasi publik. Album ini menampilkan sound yang lebih keras, digital, dan modern dibandingkan album-album sebelumnya yang Dipengaruhi oleh perkembangan teknologi saat itu, termasuk penggunaan synthesizer digital dan efek digital. Alan Parsons, yang memang jenius dalam produksi, memberikan album ini kesan futuristik dan dingin namun sangat presisi.

Label-catalog : YESS-605
pita : maxell
Buatan : PT Diamond Records Indonesia 
Format: Cassette, Album 
Tahun rilis 1985
Progressive rock



CD Original BIP album Udara Segar

 CD Original BIP album Udara Segar Label-Catalog: PT. Aquarius Musikindo – APC FR 8107-2 Format: CD, Album, Jewelcase  Tahun Rilis : 2004 Bu...